oke, sebelum ane posting yang berat-berat, mari kita bahas masalah yang masih bisa dijangkau otak.
sebelas tahun sudah abad 20 berlangsung. Udah banyak banget perubahan dan kejadian-kejadian aneh yang terjadi. Contohnya.... Perubahan transportasi yang makin modern, aatau perubahan sistem tata bangunan diperkotaan, atau peruban harga cabe yang melonjak naik sampe ngalahin harga daging dan membuaat ibu-ibu menangis sedih, atau perubahan penayangan Cinta Fitri ke Indosiar, atau perubahan penayangan Putri yang Ditukar yang jam tayangnya lebih lama dan jeda iklan lebih pendek sampe-sampe membuat ibu-ibu menangis terharu (prok...prok...prok). Emang ceritanya menarik banget kok, Nikita Willy sekarang curiga dengan orang tuanya sekarang, dan dia berusaha mencari tau siapa orang tua sebenarnya. . . . .
Ehem Ehem, maaf saya jadi ngomongin sinetron.
Oke kembali ke topik utama.
Ya, salah satu dari perubahan yang terjadi adalah peerubahan tata bahasa atau gaya sekarang yang bisa kita sebut dengan . . .
jeng jeng jeng jeng jeng. . . . ALAY!
sebenernya, apa itu alay? Alay atau anak layangan atau ada juga yang bilang anak lebay yaitu orang-orang yang dianggap norak, dengan pakaian wagu dan penuh warna dan menggunakan kata-kata yang aneh dan angel diwoco. Contone, kalo ada yang sms atau pasang status begini "huuuft, c3Beull bEudHZZ deCH guW4aa, t4di bi3ezhT tabRHaggAn. MaleZZ Gil@...!!!!" nah itu biasanya langsung dipanggil alay. Contoh lain dari orang-orang yang nonton acara musik terus joget-joget kayak kesurupan, tragisnya. dan yang lainnya dari grup band yang alirannya melayu, atau boyband yang lagi ngehits sekarang. Wueedan!
ini bukan masalah siapa membela siapa, tapi ini masalah keadilan brooot!

0 komentar:
Posting Komentar